Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) melalui Koperasi Saudagar Indonesia, Kamis (18/8) malam, menandatangani nota kesepahaman dengan Ar Rahnu Yayasan Pembangunan Ekonomi Islam Malaysia (Yapeim) di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta.

Ar Rahnu merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pegadaian syariah di bawah Yapeim. Ia menjadi program resmi pemerintah Malaysia yang menyediakan mikro kredit secara mudah bagi rakyat kecil.

Turut hadir dalam kesempatan itu Direktur Divisi Perencanaan Strategis Perdana Menteri Malaysia Dato’ Shahlan Ismail, Ketua Yapeim Dato’ Abibullah, Ketua HPN Abdul Kholik, dan sejumlah perwakilan HPN daerah. Prosesi penandatanganan MoU disaksikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Abibullah di hadapan forum menyinggung soal masih tertinggalnya umat Islam di sektor ekonomi. Menurutnya, lembaga-lembaga perekonomian mesti diperkuat perannya. Ia berharap kerja sama ini dapat mendorong perekonomian masyarakat kecil di bawah.

“Orang-orang non-Muslim tak pernah mendengar hadits Nabi ‘tangan di atas lebih baik darpada tangan di bawah’ tapi mengapa mereka bisa menguasai ekonomi? Ini menjadi bahan introspeksi kita,” ujarnya.

Shahlan menambahkan, di antara program yang bisa dilakukan adalah mendirikan supermarket-supermarket yang menampung dagangan para pelaku usaha kecil menengah yang selama ini tak mungkin ditampung di mal-mal besar. Termasuk juga membangunkan warung-warung klontong bagi sebagian mereka.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Said mengaku prihatin dengan kondisi perekonomian umat Islam secara umum. Baginya, sebagaimana di belahan dunia lain, muslimin Indonesia menghadapi ironi sebagai negara kaya namun dikuasai para pemodal asing. Ia mendorong pemberdayaan ekonomi kerakyatan kian massif dilakukan.

Abdul Kholik menyambut baik kerja sama ini. Menurutnya, Yapeim merupakan mitra lama HPN karena itu ia optimis kemitraan ini akan berjalan dengan baik.

Sumber: Jakarta, NU Online (Mahbib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here